Teknik Terlarang Link Farm atau Ladang Link

Dalam dunia Word Wide Web (WWW), sebuah link farm (ladang/peternakan tautan) adalah sebutan bagi sebuah situs yang banyak memiliki tautan ke situs lain (outbound link). Tidak ada kepastian juga berapa tepatnya jumlah tautan tersebut. Google paling tidak suka dengan halaman situs yang terlalu banyak tautan ke luar karena akan dianggap spam. Google sangat memanjakan pencarinya untuk mengantarkan mereka ke situs yang memiliki konten berkualitas. Kalau mesin Google bisa bicara, ngapain saya nganter pencari saya ke situs tersebut, saya sendiri adalah peternak/ladang tautan. Orang mencari dengan mesin pencari Google akan langsung di antarkan ke situs, kenapa harus pakai jasa orang ketiga lagi.

Contoh Link Farm

Contoh Link Farm

Selain bisa dibuat dengan menambahkan sendiri tautan ke halaman situs anda. Tautan bisa dibuat dengan menggunakan software atau script yang bisa mengumpulkan banyak tautan dari banyak situs, dikategorikan dan kemudian jadilah situs anda seperti direktori. Ini adalah cara instan untuk membuat situs anda populer dan meningkatkan rangking di Google.

Tetapi itu dulu…

Sekarang, apakah saya tidak boleh membuat situs direktori? Masa gara-gara banyak yang spam, saya mau buat situs direktor yang bener tidak boleh. Google jahat sekali.

Bukannya tidak boleh, tetapi kebanyakan situs memanfaatkan hal ini untuk melakukan SPAM sehingga Google langsung memberikan penalti kepada situs-situs yang melakukan itu. Kalau situs anda memang situs direktori, silahkan beritahu google atau biarkan google yang menilai kualitas tautan anda. Apakah melukai hati para pencarinya atau malah bermanfaat untuk pencarinya.

Jadi kalau halaman situs anda isinya tautan atau link semua tanpa ada artikel. Hati-hati saja.



Zeembry

Penulis adalah Konsultan di bidang Animasi, Web Arsitektur, Web Desain, SEO (Search Engine Optimization), Internet Marketing dan Online Branding. Founder dari BABAStudio.com yang berdiri sejak tahun 2003 serta SekolahPINTAR.com yang berdiri sejak bulan Januari 2015.