Cara Riset Kata Kunci (Keyword)

Kata kunci (keyword) adalah kata atau kalimat sakti yang berpasangan dengan mesin pencari. Mesin pencari baru memberikan hasil pencariannya setelah Anda memasukkan kata kunci. Mesin pencari seperti lampu ajaib yang bisa mengabulkan semua keinginan Anda, tetapi Anda harus tahu dulu mantra-nya. Jadi kata kunci ini bisa dikatakan mantra untuk mengabulkan keinginan Anda. Kalau mantra Anda salah, maka Jin tidak akan keluar dan keinginan Anda tidak akan dikabulkan. Begitu juga dengan kata kunci, bila Anda salah memasukkan kata kunci, maka mesin pencari tidak akan memberikan hasil pencarian yang sesuai dengan yang Anda inginkan.

Bagaimana menemukan kata kunci (keyword) yang tepat?

Kita harus menemukan kata kunci apa yang banyak dicari oleh orang. Jangan sampai kita menggunakan kata kunci yang tidak tepat.

KASUS 1: TIDAK ADA PENGUNJUNG

Keinginan : Saya ingin membuka kursus/pelatihan memasarkan website tersebut di dunia maya. Ketika pengunjung mesin pencari mengetik dengan kata kunci “Belajar Pemasaran Online”, website saya muncul nomor 1 di Google.

Hasil : Ternyata setelah website saya di nomor 1 Google, pengunjung tetap sepi, tidak ada pengunjung sama sekali.

Analisa : Ternyata setelah saya cek di Google Keyword Planner, yang merupakan alat GRATIS dari Google untuk riset kata kunci, hanya ada 20 pencarian per bulan. Itu bukan orang atau pengunjung, karena bisa jadi satu orang dalam sebulan bisa mengetik atau mencari menggunakan kata kunci yang sama 2 atau 3 kali dalam sebulan. Jadi wajar saja sedikit pengunjungnya.

kata-kunci-belajar-pemasaran-online

Ternyata setelah di analisa lebih lanjut, kata kunci “Belajar Bisnis Online” lebih banyak, yaitu ada 1.900 pencarian per bulan. Jadi saya salah memilih kata kunci sehingga sepi pengunjung.

kata-kunci-bisnis-online

KASUS 2: RAMAI PENGUNJUNG, TIDAK ADA PENJUALAN

Keinginan : Sekarang saya sadar bahwa saya salah menargetkan kata kunci. Saya tidak tahu tentang Google Keyword Planner sebelumnya. Sekarang saya mengerti. Dan saya ingin agar ketika pengunjung mesin pencari mengetik dengan kata kunci “Belajar Bisnis Online”, website saya muncul nomor 1 di Google.

Hasil : Ternyata setelah website saya di nomor 1 Google, pengunjung sangat ramai, tetapi tidak ada penjualan sama sekali.

Analisa : Ini perlu pengalamaan karena untuk membaca data dari Google Keyword Planner tersebut, perlu analisa terus menerus dibarengi dengan evaluasi penjualan di lapangan. Setelah dicari tahu penyebabnya, ternyata orang yang mencari dengan kata kunci “Belajar Bisnis Online” adalah mereka yang banyak menginginkan artikel atau ebook untuk diunduh (download), mereka tidak ingin belajar secara berbayar.

Kemudian kita coba dengan kata kunci lain “Kursus Bisnis Online”, memang secara hasil pencarian lebih sedikit dari mereka yang mengetik dengan kata kunci “Belajar Bisnis Online”, hanya 320 pencarian per bulan. Tetapi yang kita cari adalah pembeli, bukan hanya pengunjung saja. Jadi setelah dirubah dengan kata kunci “Kursus Bisnis Online”, maka baru terjadi banyak penjualan.

kata-kunci-kursus-bisnis-online

Untuk terjadinya banyak penjualan, Anda perlu banyak pengalaman dan evaluasi terus menerus dalam membaca data dari Google Keyword Planner. Tidak ada pola yang pasti dalam hal ini. Karena trend juga bisa berubah sewaktu-waktu. Bisa jadi kata kunci “Belajar Bisnis Online” lebih banyak mendatangkan penjualan dibanding “Kursus Bisnis Online” diwaktu mendatang. Jadi jangan berhenti!

KASUS 3: RAMAI PENGUNJUNG, ADA PENJUALAN, KURANG MAKSIMAL

Keinginan : Sekarang saya baru mengerti bahwa saya salah memilih kata kunci. Kata kunci yang paling banyak dicari belum tentu adalah kata kunci yang mendatangkan penjualan, hanya mendatangkan banyak pengunjung. Ini harus terus dianalisa.

Hasil : Sekarang sudah mulai ada penjualan dengan merubah ke kata kunci yang mendatangkan penjualan. Tetapi namanya juga manusia, tidak ada rasa puas. Kenapa tidak semua pengunjung membeli di website saya, bahkan ada sebagian tersebar dan membeli ke website kompetitor.

Analisa : Ternyata di website kompetitor, diskonnya lebih besar dan gratis ongkos kirim ditambah dengan undian berhadiah.

Ternyata tidak cukup ilmu SEO saja, harus Beyond SEO!

Apapun yang ada di website kompetitor saya harus punya, bahkan lebih. Di sinilah perjuangan tanpa akhir dimulai.

Semoga pola pikir, analisa berpikir ini menjadi modal awal untuk Anda dalam memulai bisnis online.

Salam Pintar, Beyond SEO!



Zeembry

Penulis adalah Konsultan di bidang Animasi, Web Arsitektur, Web Desain, SEO (Search Engine Optimization), Internet Marketing dan Online Branding. Founder dari BABAStudio.com yang berdiri sejak tahun 2003 serta SekolahPINTAR.com yang berdiri sejak bulan Januari 2015.